December 20, 2016

kota kembang, aku sayang

lagi-lagi gue tekankan, gue adalah seseorang yang sangat senang pergi sendirian. keliatannya sedih ya? tapi percaya deh, saat dimana lo pergi sendiri adalah saat-saat emas untuk menyadari betapa besar kesempatan lo untuk mengeksplorasi diri dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin tanpa harus ngerasa gaenak sama orang lain. u should try!

dan gue, kali ini, memilih bandung sebagai destinasi liburan yang telah gue rencanakan jauh hari sebelum pulang ke jakarta. 

8:25
3 desember 2016
argo parahyangan; seat 3a

ibu sempet nggak rela anaknya beli tiket kereta sendiri dan berangkat sendiri. (yaallah bu kaya baru pertama kali aja?) tapi ngga kok, ibu ngga jadi (tadinya udah punya rencana) ikut gue ke bandung. seat sebelah gue diisi seorang bapak-bapak, yang kayaknya sedang berbisnis? dia berkali-kali telfonan, sampai akhirnya ditengah perjalanan tidur juga. gue juga pengen, pengen tidur maksudnya. tapi kok melek terus ya? akhirnya gue menikmati perjalanan, menunggu pemandangan favorit gue setiap naik kereta arah bandung; jembatan tol (gatau tol apa) hehehe.

sekitar jam 12 siang, akhirnya sampai juga di stasiun bandung. 

ngga kok, ngga sendiri lagi. ada seseorang yang jemput gue, teman dekat sejak sma. rencana pertama gue tadinya langsung check-in hotel, tapi temen gue ini bilang "keliling bandung dulu lah", oke! gatau mau kemana, yang tadinya masih di kota – tiba2 udah di taman hutan raya juanda (tahura). mungkin yang udah tau tahura bakal bilang: "ngapain deh ke tahura?!" sedangkan buat gue yang masih awam ini, seru juga ya? hahaha gue lagi butuh pepohonan, dan sepertinya tahura adalah salah satu pilihan tempat yang tepat.



berteduh, bercanda, berdua.

gajelas mau kemana, yang jelas jalan aja? ini yang gue suka. wasting time bersama orang, pada waktu dan di tempat yang tepat. kita masuk goa-goa secara random dan pulang lewat jalan yang salah karena penuh lumpur. semakin parah dengan ketidaksengajaan kaki gue nabrak plat mobil sampe platnya lepas seperempat. SAKIT men

singkat cerita, malam itu juga gue dan temen gue ini nonton konser musik yang bertempat di sasana budaya ganesha (konser lagi, konser lagi). i was really excited!!! gue udah menunggu-nunggu konser ini sejak lama, karena deretan gs nya yang bener2 lagi pengen gue tonton. kita kesulitan dapet parkir, dan gue udah takut kelewatan salah satu gs. but thank god, ternyata acaranya agak ngaret jadi gatelat samsek. lalu hal yang harus gue syukuri selanjutnya adalah; disaat sabuga waktu itu udah penuh, gue dan temen gue yang tinggi dan kurus ini bisa nyempil sampe ke tengah-tengah, maaf para penonton kalo kita ngalangin! 

gaperlu cerita mendetail tentang apa aja yang terjadi, yang jelas gue menikmati malam itu (sangat)! kahitna, tulus, naif, absolutely beyond magical. konser selesai sekitar jam setengah 12 dan kita langsung pulang..... 

eh gaklah yakali! kesempatan kayak gini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

sedihnya, keluar sabuga macet, ditambah kita kelaperan. gatau mau makan dimana, gue asal aja bilang alun-alun (biasanya alun-alun banyak makanan kan?!) dan SURPRISINGLY temen gue ini, yang dulunya harus gue paksa baru mau shalat, sekarang ngajak gue shalat isya dan maghrib (karena kita gasempet shalat maghrib) di masjid raya bandung pada waktu yang menunjukkan hampir pukul setengah 1. subhanallah?

setelah shalat, bukannya serius cari makan, kita malah jalan-jalan dari sekitar alun-alun sampai jalan asia afrika. dan gak lebay, gue pun langsung jatuh cinta pada bandung; atau pada momen saat itu juga. 2:43 am, gue baru balik ke hotel. sebelumnya, kita berakhir makan di warunk upnormal dan gue bergabung sm temen2nya temen gue ini. seru!


belum sampai 24 jam, ternyata gue sudah dapat menyimpulkan sepatah kata yang gue jadikan judul post ini.
agak rancu sih, yang disayang kotanya atau yang nemeninnya?

hahaha bercanda!


a sweet escape

hibernasi.

yap, berbulan-bulan gue meninggalkan blogspot. bukan sepenuhnya meninggalkan sih, itu cuma kiasan. yang gue sisakan sekarang hanya 11 post, sedangkan yang lain gue masukkan ke draft. ingin memulai lembaran baru, sepertinya?

sudah 4 bulan gue menjalani kuliah di negeri tetangga. senang, sedih, rindu, lelah, tangis, perjuangan, bahagia, semua campur aduk. sampai akhirnya 24 november kemarin gue bisa kembali ke ibukota, dengan pencapaian yang alhamdulillah bisa membanggakan bapak dan ibu.

and this is what ive been waiting for a long time, 
a sweet escape

gue nyaman dengan pergi sendirian, nyaman – banget. baru sampai di jakarta hari kamis sore, dan hari jumatnya gue memilih untuk datang ke sebuah acara konser musik yang bertempat di gudang sarinah. uhm, sendirian. baru aja menginjakkan kaki beberapa langkah, gue langsung merasa terintimidasi karena sekitar 70% penontonnya adalah laki-laki, dengan gaya yang khas? jaket jeans, rambut gondrong, kacamata vintage, ya pokoknya kaya gitu lah?

satu – dua guest star pun tampil. sempet sedih sih, gue gapunya temen ngobrol. semua orang bawa temen masing-masing, who the one im supposed to talk with? sepanjang waktu istirahat (yang hampir 2 jam) cuma gue habiskan dengan makan dan main hp. tapi siapa sangka, gue bener-bener menikmati seluruh rangkaian acara (terkecuali banyak orang ngerokok didalem area stage indoor yang pengap). maliq n d'essentials, mocca, the adams, the trees and the wild, white shoes and the couples company, sampai akhirnya ditutup dengan barasuara. thank you gunadarma! (sekarang pasti tau kan nama acaranya apa?) ditunggu acara volume 3 nya :)

iya, itu satu dari kebahagiaan gue beberapa pekan terakhir ini.

selanjutnya?


June 7, 2016

hubungan

ada kalanya pada saat suatu hubungan 'nyaris' akan berakhir, yang selalu terpikirkan adalah

"gue harus apa?" 

gue termasuk orang yang cukup payah dalam suatu hubungan dan hubungan terlama yang gue jalin bersama seseorang ya sekarang ini, 25 hari menuju 1 tahun. sejak smp dulu gue selalu melihat orang yang berpacaran dengan "kok bisa ya mereka keliatan sebahagia itu satu sama lain?" karena gue ngga pernah merasakan hal tersebut 'seutuhnya'. mungkin karena gue belum punya pemikiran cukup dewasa untuk mengenal kata sayang dan pacaran? 

let's say, i'm a freedom seeker

gue selalu mencari celah untuk melakukan hal-hal yang gue mau, sebebas-bebasnya. dan mungkin itulah yang selalu menjadi permasalahan dalam setiap hubungan yang gue jalani, karena gue 'terkesan' ngga serius & ngga mikirin perasaan orang lain. but actually, i'm not. gue sangat memikirkan orang2 yang ada di sekitar gue, tapi dengan cara gue sendiri. cuek dan nggak peduli, mungkin itu yang orang2 lihat dari gue. tapi sungguh, memang ada beberapa hal dimana gue memendam dalam2 apa yang gue rasakan, yang gapernah bisa gue tunjukkan. bukan karena enggan & takut, tapi gue literally ngga bisa mengutarakan itu semua

ada yang bilang gue jahat, karena terlalu baik. ada pula yang bilang gue jahat, karena gue ngga bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. apa ada sesuatu yang missing dalam diri gue? gue pernah mengatakan suatu hal disaat gue menerima seseorang, "jangan terlalu care sama gue". karena sebelumnya, gue merasa sudah pernah menyakiti seseorang & gamau hal itu terjadi lagi. tapi kenyataannya, hal yang sama terulang kembali

gue berharap ngga pernah diminta untuk menjalin hubungan dengan seseorang lagi setelah itu, karena gue tau kemungkinan besar yang terjadi adalah sama seperti sebelumnya. meninggalkan orang yang sayang sama gue hanya karena (kasarnya), bosan

gue gabisa terikat, gue senang mencari kebahagiaan dengan siapapun, kapanpun, dimanapun. tapi salahnya, gue mencoba lagi, berhubungan dengan sahabat gue sendiri. and see? hubungan terikat itu ngga berhasil. sampai akhirnya gue menyimpulkan, berteman dengan siapapun lebih baik



dan ini masalahnya.

gue terlihat sebagai cewek yang welcome dengan siapa aja, orang2 mengira gue akan mudah didekati orang lain. but guys, baik bukan berarti mudah. gue senang berteman baik dengan orang-orang, karena gue berpikir adalah sebuah hal yang bagus untuk bisa terlihat baik dimata orang lain? 

tapi sulit, untuk bisa menemukan yang pas dengan orang seperti gue. gue butuh seseorang yang bisa menunggu (sangat lama) dan bisa menunjukan ketekunan mereka buat gue...

dan, sepertinya ada berhasil?

gue bukan lagi orang yang bosenan, sampai gue bisa bertahan dalam waktu yang menurut gue cukup lama ini. tapi lagi dan lagi, semuanya nggak berjalan semulus jalan tol. sifat gue yang senang dengan kebebasan, tetap ada dan sering menjadi penyebab sebuah permasalahan baru. terkadang gue egois, gamau kenyataan itu disalahkan. tapi gabisa dipungkiri, dalam sebuah hubungan memang harus selalu ada sesuatu yang dikorbankan

sekarang gue masih dalam status pacaran, yang gue harap bisa membaik dalam segala aspeknya. memulai dari awal, bisa dibilang? berhasil atau enggak, seenggaknya udah dicoba. gue mau kita berdua bahagia, dengan atau tanpa status nantinya



yang jelas sekarang, 

we're doing our best